Madura Indonesia

MaduraID

Sosial, Budaya & Pendidikan

PERLUAS JARINGAN MITRA LANJUT STUDI, IAFORIS MoU DENGAN MAGISTER STUDI ISLAM IDB PAMEKASAN MADURA

PAMEKASAN, 01 Agustus 2026 – Intellectual Association For Islamic Studies [IAFORIS] memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam melalui penandatanganan nota kesepahaman [MoU] baru, kali ini dengan Institut Darul Ulum Banyuanyar [IDB] Pamekasan Madura, pada penutupan kegiatan Pena Santri 2026.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur IAFORIS Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I., bersama Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin, M.A., Ketua Pengurus LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar Drs. KH. Moh. Kholil Asy`ari, dan Ketua Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar [Peradaban] Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag.

Direktur IAFORIS Dr. Abdul Mukit mengatakan kerja sama baru ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan Islam yang kolaboratif melalui sinergi antara lembaga akademik, perguruan tinggi, pesantren, dan organisasi alumni.

"IAFORIS memiliki komitmen untuk memperkuat jejaring akademik serta meningkatkan kualitas kajian keislaman. Pembukaan Program Magister Studi Islam di IDB Pamekasan merupakan langkah strategis yang perlu didukung bersama agar mampu melahirkan lulusan yang unggul, moderat, dan berdaya saing global," katanya.

Menurut Abdul Mukit, Iaforis memang fokus untuk peningkatan kualitas dan pemberdayaan pada tenaga pengajar bidang Studi Islam yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan berbagai mitra salah satunya pascasarjana UIN Walisongo Semarang. Penguatan jejaring kelembagaan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam, baik melalui pengembangan riset, publikasi ilmiah, kolaborasi akademik, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Rektor IDB Pamekasan Madura KH. Sholahuddin Syamsul Arifin menyampaikan bahwa proses pembukaan Program Studi Magister Studi Islam telah memasuki tahap akhir. Seluruh proses asesmen oleh BAN-PT telah diselesaikan dan usulan program studi tersebut telah tercantum pada akun BAN-PT.

Saat ini kami hanya menunggu terbitnya Keputusan Menteri Agama [KMA]. Setelah keputusan tersebut diterbitkan, Program Magister Studi Islam siap menerima mahasiswa baru, ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, IAFORIS akan berperan aktif dalam mendukung promosi Program Magister Studi Islam melalui jaringan akademik yang dimiliki, sekaligus memberikan rekomendasi kepada calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan, calon mahasiswa yang mendaftar Program Magister Studi Islam IDB Pamekasan Madura melalui rekomendasi resmi dari IAFORIS, LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, maupun Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar [Peradaban] berkesempatan memperoleh potongan SPP hingga 50 persen sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh pihak kampus.

IAFORIS menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis kemitraan. Sinergi antara lembaga akademik, pesantren, perguruan tinggi, dan organisasi alumni diharapkan mampu mempercepat lahirnya Program Magister Studi Islam yang berkualitas serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.

Tulisan Terbaru
Tulisan Populer
Tulisan Terbaca